Kemacetan Parah di Jalan Imbon Pontianak Akibat Antrean BBM, Masyarakat Pertanyakan Peran Instansi Terkait
- account_circle Jurnal Khatulistiwa
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JURNALKHATULISTIWA.COM_ PONTIANAK Senin, 27 Juli 2026– Jalan Imam bonjol di Kota Pontianak menjadi lokasi kemacetan panjang pada Senin siang ini, 27 Juli 2026. Kepadatan lalu lintas terjadi akibat membludaknya kendaraan yang mengantre pengisian BBM jenis solar subsidi, yang berhimpitan dengan arus lalu lintas harian yang sudah padat di jalur tersebut.
Antrean kendaraan yang mengular tidak hanya menutupi bahu jalan, namun juga merambat hingga ke tikungan menjelang Simpang Empat Lampu Merah Garuda. Hal ini membuat arus pergerakan kendaraan dari dua arah terhenti lama, menimbulkan kepanikan dan ketidaknyamanan bagi seluruh pengguna jalan.
Banyak warga dan pengguna jalan yang menyayangkan dan mempertanyakan keberadaan instansi terkait dalam mengatur situasi ini. “Kami bertugas beraktivitas setiap hari di jalur ini, namun seolah tidak ada yang mengatur antrean maupun mengatur lalu lintas saat kepadatan melanda. Ke mana peran pengawasan dan pengaturan yang seharusnya ada?” ujar salah satu pengguna jalan yang terjebak macet lebih dari 45 menit.

Keluhan serupa juga disampaikan terkait ketiadaan pengaturan jadwal pengisian. Banyak yang menyoroti mengapa pengisian solar subsidi tidak diatur pada jam-jam yang tidak sibuk, seperti tengah hari menjelang siang atau setelah jam pulang kerja, sehingga tidak bertabrakan dengan puncak aktivitas pergerakan warga.
Dampak dari kemacetan ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan biasa, namun juga sangat mengganggu aktivitas usaha toko dan pedagang yang beroperasi di sepanjang kawasan Jalan Imbon. Pasokan barang terhambat, pelanggan enggan mendatangi lokasi karena sulitnya akses kendaraan, hingga pendapatan harian pedagang ikut menurun. Selain itu, kelancaran mobilisasi warga yang bekerja, berurusan dinas, maupun membawa anak sekolah menjadi terganggu secara signifikan.
SOLUSI YANG DIHARAPKAN DAPAT DIAMBIL:
1. Pengaturan Jadwal Pengisian: Dinas terkait bersama pengelola SPBU menetapkan jam khusus pengisian BBM subsidi pada jam sepi, misalnya pukul 09.00 – 11.00 pagi atau setelah pukul 19.00 malam, dan mengumumkannya secara luas kepada masyarakat.
2. Pengawasan dan Pengaturan Lapangan: Mengerahkan petugas Instansi atau dinas perhubungan saat penyaluran berlangsung untuk mengatur antrean dan mencegah kendaraan menutupi badan jalan.
3. Pembagian Kuota dan Lokasi: Menyebar titik penyaluran agar tidak menumpuk di satu tempat saja, serta menerapkan sistem pembatasan jumlah pembelian agar antrean tidak terlalu lama.
4. Sosialisasi Dini: Memberitahukan jadwal dan lokasi penyaluran jauh hari sebelumnya melalui media massa, pengumuman di tempat umum, maupun pesan berantai agar warga dapat merencanakan kedatangan.
Masyarakat berharap permasalahan ini tidak berulang, dan pasokan BBM subsidi tetap dapat dinikmati yang berhak tanpa mengorbankan kelancaran aktivitas warga secara keseluruhan.
Tim. JK
- Penulis: Jurnal Khatulistiwa

Saat ini belum ada komentar