Berita Terkini
light_mode
Beranda » Kalbar » Satpol PP Tata Waterfront Pontianak: Lapak PKL dan Jemuran Liar Ditertibkan

Satpol PP Tata Waterfront Pontianak: Lapak PKL dan Jemuran Liar Ditertibkan

  • account_circle Tim Liputan
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JurnalKhatulistiwa.com – Satpol PP Kota Pontianak bersama aparatur Kecamatan Pontianak Selatan melakukan aksi penyisiran di kawasan waterfront pada Jumat (3/4/2026). Langkah ini diambil untuk menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dinilai mengganggu fungsi ruang publik.

Selain lapak dagangan, petugas juga menertibkan pakaian-pakaian milik warga sekitar yang dijemur di sepanjang pagar waterfront. Penataan ini melibatkan unsur Kelurahan Benua Melayu Laut, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas setempat.

Aksi ini merupakan bentuk penegakan Perda Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap program Jumat ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dari pemerintah pusat.

Larangan Menjemur Pakaian di Pagar Demi Estetika Wisata

Kepala Satpol PP Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, mengimbau warga agar tidak lagi memanfaatkan pagar pembatas sebagai tempat jemuran. Hal ini dinilai merusak pemandangan, terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke ikon kota tersebut.

Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menjemur pakaian di area teras rumah masing-masing agar estetika kota tetap terjaga. Penataan ini penting agar kawasan tepi sungai tetap sedap dipandang mata dan terlihat profesional sebagai destinasi wisata.

“Kami minta warga tidak ada lagi yang menjemur pakaiannya di pagar waterfront. Karena merusak keindahan, apalagi kalau dilihat wisatawan dari luar,” jelas Ahmad Sudiyantoro.

Relokasi Lapak PKL dan Pendekatan Tokoh Masyarakat

Terkait keberadaan PKL, petugas memindahkan lapak atau meja pedagang ke area di luar pagar waterfront. Penataan posisi dagang ini bertujuan agar akses jalan bagi pejalan kaki dan pengunjung tetap luas serta nyaman.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP mengedepankan sosialisasi dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat. Pendekatan ini dilakukan agar pesan mengenai aturan ketertiban umum dapat diterima dengan baik tanpa memicu konflik.

“Kami melibatkan tokoh masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi kepada warga terkait Perda Tibum (Ketertiban Umum),” tambah Kepala Satpol PP tersebut saat memimpin personel di lapangan.

Mewujudkan Ruang Publik yang Ramah Wisata dan Olahraga

Camat Pontianak Selatan, Wulanda Anjaswari, menegaskan bahwa penertiban ini adalah upaya bersama dalam menjaga ruang publik kebanggaan warga. Kebersihan dan kerapian harus dijaga secara konsisten agar manfaatnya terasa maksimal.

Kawasan waterfront kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga lokasi favorit untuk berolahraga bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, area ini harus bebas dari tumpukan sampah dan bangunan yang melanggar ketentuan.

“Tujuannya agar warga yang beraktivitas tetap nyaman. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk wisata dan olahraga secara maksimal tanpa terganggu bangunan di luar ketentuan,” pungkas Wulanda.

  • Penulis: Tim Liputan
  • Editor: Redaksi JK

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions
    War

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Jurnal Khatulistiwa
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Jurnal Khatulistiwa
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Jurnal Khatulistiwa
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Penindakan Dugaan Penampung Hasil PETI di Melawi Gagal, Warga Menolak Prosedur yang Dianggap Tidak Sesuai photo_camera 1

    Penindakan Dugaan Penampung Hasil PETI di Melawi Gagal, Warga Menolak Prosedur yang Dianggap Tidak Sesuai

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tim Liputan
    • 0Komentar

    JurnalKhatulistiwa.com Upaya penindakan terhadap seorang diduga penampung hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilaporkan gagal pada Jumat, 24 April 2026, setelah mendapat penolakan keras dari warga setempat. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan luas usai beredarnya video amatir yang memperlihatkan suasana tegang di lokasi. Dalam rekaman, terdengar sejumlah warga melontarkan […]

  • Sinergi APTRINDO Kalbar dan Dishub Provinsi, Bahas Permasalahan Regulasi dan Kelancaran Transportasi

    Sinergi APTRINDO Kalbar dan Dishub Provinsi, Bahas Permasalahan Regulasi dan Kelancaran Transportasi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Tim Liputan
    • 0Komentar

    Jurnalkhatulistiwa.com PONTIANAK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Transportasi Indonesia (APTRINDO) Kalimantan Barat yang dipimpin oleh Ketua DPD APTRINDO Kalbar, Al Amin, bersama jajaran pengurus melakukan kunjungan silaturahmi dan pertemuan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (8/6/2026). Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi serta menyusun sinergi program kerja demi kemajuan sektor transportasi di […]

expand_less