HPI Kalbar dan Bank Indonesia Sinergikan Sertifikasi Pramuwisata dalam Geliat Saprahan Khatulistiwa 2026
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JurnalKhatulistiwa.com_Memasuki hari pertama rangkaian agenda Saprahan Khatulistiwa 2026, sektor pariwisata Kalimantan Barat mendapat suntikan energi baru. Bertempat di salah satu pusat pelatihan di Pontianak, DPD HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Bank Indonesia resmi memulai Pelatihan dan Sertifikasi Pramuwisata Desa Wisata yang berlangsung pada 22-24 April 2026.
Langkah kolaboratif ini menjadi bagian tak terpisahkan dari gelaran tahunan Saprahan Khatulistiwa yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di Bumi Khatulistiwa.
Kolaborasi Strategis untuk Kualitas Pemandu
Keterlibatan Bank Indonesia dalam agenda ini menegaskan komitmen sektor perbankan terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pariwisata. Sebanyak 20 Desa Wisata dari 8 Kabupaten/Kota terpilih mendapatkan kesempatan langka untuk meningkatkan kapasitas SDM mereka.
“Sinergi antara HPI sebagai wadah profesional pemandu wisata dan Bank Indonesia melalui program Saprahan Khatulistiwa adalah kunci. Kita tidak hanya bicara soal keindahan alam, tapi soal nilai jual dari kualitas pelayanan,” ungkap salah satu perwakilan pengurus HPI di lokasi acara.
Kurikulum Pelatihan: Budaya dan Digitalisasi
Dalam pelatihan tiga hari ini, para peserta dibekali materi yang komprehensif, di antaranya:
Teknik Pemandu Wisata & Kompetensi HPI: Standar pelayanan pramuwisata nasional untuk menjamin kepuasan wisatawan.
Penguatan Narasi Budaya: Menggali potensi dari seluruh Kalbar agar mampu bersaing di kancah internasional.
Menjaga Tradisi, Membangun Negeri
Pelaksanaan yang berbarengan dengan Saprahan Khatulistiwa 2026 ini memberikan nuansa budaya yang kental. Semangat gotong royong (Saprahan) diaplikasikan dalam bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memajukan pariwisata daerah.
Selaku Ketua HPI Kalbar ( Fahroollyadi ) : Pramuwisata bukan hanya sekadar pemandu perjalanan, tetapi juga duta daerah yang membawa citra, budaya, dan identitas Kalimantan Barat kepada wisatawan. Terlebih dalam konteks desa dan kampung wisata, peran pramuwisata menjadi semakin strategis sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus penjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Harapan Pasca-Sertifikasi
Setelah melewati proses pelatihan dan uji kompetensi ini, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga semangat untuk segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di desa masing-masing. Dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia dan HPI, desa wisata di 8 kabupaten/kota ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Kalimantan Barat.
- Penulis: Tim Liputan

Saat ini belum ada komentar