MALAM 10 MUHARRAM 1448 H: BERBAGI BERKAH DAN HIDUPKAN TRADISI RELIGIUS DI KAMPUNG TAMBELAN SAMPIT
- account_circle Tim Liputan
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jurnalkhatulistiwa.com.Pontianak, 25 Juni 2026 – Malam yang penuh berkah dan kemuliaan itu terasa semakin istimewa di Jalan Pemda Tanjung Raya 1, Kelurahan Tambelansampit, Kecamatan Pontianak Timur. Bertepatan dengan malam 10 Muharram 1448 H yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk beribadah dan memohon ampunan, Majlis Sholawat Munawarah Attamblaniah menggelar peringatan milad pertamanya sekaligus melaksanakan kegiatan sosial berbagi santunan bagi anak yatim dan piatu.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang erat antara Majlis Munawarah Attamblaniah dengan berbagai komunitas dan perkumpulan sosial di daerah setempat, termasuk Perkumpulan Pemadam Kebakaran Panglima A. Rani (PPA). Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dapat mewujudkan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak pihak, terutama di momen yang penuh makna ini.

Kelompok Majlis Munawarah Attamblaniah
Dalam ajaran Islam, malam 10 Muharram adalah waktu yang sangat dimuliakan. Umat muslim dianjurkan memperbanyak doa, memperbanyak amal kebajikan, memohon ampunan atas segala kesalahan, serta mempererat tali silaturahmi. Memilih momen ini untuk melaksanakan rangkaian kegiatan menjadikan setiap langkah dan kebaikan yang dilakukan bernilai ganda, mengingat waktu ini dianggap sebagai saat dikabulkannya segala permohonan kepada Allah SWT.
Suasana malam itu terasa semakin khusyuk dan mengharukan dengan dikumandangkannya Sholawat 40 yang menggetarkan hati seluruh jamaah. Sebagai bentuk syukur dan wujud kepedulian, Majlis Munawarah Attamblaniah menyalurkan santunan kepada sejumlah anak yatim dan piatu, yang seluruhnya bersumber dari infak dan sumbangan sukarela yang dikumpulkan dari para jamaah dan simpatisan. Kehadiran Ustad H. Annas Said Azzo’bi dan Habib H. Iskandar Al Qadri turut menghadirkan nuansa yang lebih tenang, khidmat, dan penuh makna dalam setiap rangkaian acara.
Kampung Tambelan Sampit yang sejak dahulu dikenal sebagai kawasan yang sangat kental dengan nilai-nilai religius, kembali menghidupkan jati dirinya melalui kegiatan ini. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolsek Timur, Kepala Lurah setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai lapisan usia yang turut serta menyemarakkan acara. Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan cara untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta tradisi positif yang telah turun-temurun ada, agar tidak luntur di tengah arus perkembangan zaman.
“Acara seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemuliaan malam ini harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Berbagi kepada sesama yang membutuhkan, khususnya anak yatim, adalah amal yang sangat dicintai Allah. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan, bukan hanya pada momen tertentu saja,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan semakin mengakar kuat di hati setiap warga. Majlis Munawarah Attamblaniah juga berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa di masa mendatang, sebagai wujud kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang lebih baik, damai, dan penuh kasih sayang.
- Penulis: Tim Liputan
- Editor: Redaksi JK

Saat ini belum ada komentar