Berita Terkini
light_mode
Beranda » Headline » ATASI KELANGKAAN BBM SUBSIDI, KOMISI IV DPRD KALBAR JEMBATANI PERTEMUAN 3 ASOSIASI TRANSPORTASI, BPH MIGAS, DAN PERTAMINA

ATASI KELANGKAAN BBM SUBSIDI, KOMISI IV DPRD KALBAR JEMBATANI PERTEMUAN 3 ASOSIASI TRANSPORTASI, BPH MIGAS, DAN PERTAMINA

  • account_circle Tim Liputan
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JurnalKhatulistiwa.PONTIANAK 10 Juni 2026 – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) yang mempertemukan tiga asosiasi transportasi besar di Kalbar, yakni DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kalbar, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap).

Rapat kerja yang dijembatani oleh legislatif ini dihadiri langsung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Pertamina Patra Niaga, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalbar. Pertemuan ini fokus mengurai benang kusut terkait minimnya kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang berdampak langsung pada operasional di lapangan.

Foto Dok. JK

Keluhan Regulasi, Pembatasan Kuota, dan Efektivitas Barcode

Dalam rapat tersebut, ketiga asosiasi menyampaikan jeritan para pelaku usaha angkutan yang selama ini menjadi ujung tombak perekonomian di Kalimantan Barat.

  • GAPASDAP Kalbar: Mengemukakan bahwa regulasi yang rumit dan sistem perizinan yang berbelit membuat pengusaha angkutan air terhambat dalam mendapatkan hak BBM subsidi. Dampak dari mandeknya regulasi ini bahkan sempat memicu aksi mogok beroperasi sebelumnya.

  • Aptrindo & Organda Kalbar: Menerangkan bahwa batasan volume pengisian BBM subsidi per hari saat ini sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan mobilisasi angkutan barang dan jasa.

  • Kritik Sistem Barcode & Harga: Ketua Aptrindo Kalbar, Al Amin, mempertanyakan fungsi nyata dari sistem barcode yang dikeluarkan oleh BPH Migas.

    “Apakah sistem barcode ini benar-benar berfungsi agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, atau sebenarnya hanya Sekedar untuk membatasi kuota per unit angkutan?” tegas Al Amin.

    Selain itu, forum juga menyoroti adanya disparitas harga serta perbandingan BBM subsidi dan non-subsidi di lapangan yang dinilai telah melanggar dan melebihi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

DPRD Kalbar Soroti Praktik SPBU Nakal

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Agus Sudarmansyah, membongkar salah satu akar masalah utama yang menyangkut moralitas penyalur di lapangan.

Menurut Agus, akar permasalahan dari karut-marut pendistribusian BBM subsidi di Kalimantan Barat saat ini tidak lepas dari keberadaan SPBU nakal yang melakukan praktik kecurangan dalam penyaluran. Hal inilah yang memicu terjadinya kebocoran kuota sehingga merugikan para pelaku usaha transportasi resmi.

foto. Dok JK

Sepakat Bentuk Satgas Khusus

Sebagai langkah konkret dan solutif, seluruh lintas sektor yang hadir dalam forum tersebut sepakat untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus.

Fokus Utama Satgas Khusus BBM Subsidi Kalbar
1. Menjaga stabilitas dan mengawal kelancaran distribusi BBM subsidi.
2. Melindungi Supir angkutan Umum dan Barang, dan angkutan jiwa (penumpang).
3. Melakukan pengawasan ketat terhadap SPBU guna meminimalisir penyelewengan.
4. Menekan angka kenaikan harga pada komoditi kebutuhan pokok masyarakat akibat biaya logistik yang membengkak.

Langkah bersama ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi sirkulasi logistik dan transportasi di Kalimantan Barat, mengingat sektor ini merupakan urat nadi perekonomian daerah yang berdampak langsung pada daya beli dan kesejahteraan masyarakat luas.

  • Penulis: Tim Liputan
  • Editor: Redaksi JK

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penindakan Dugaan Penampung Hasil PETI di Melawi Gagal, Warga Menolak Prosedur yang Dianggap Tidak Sesuai photo_camera 1

    Penindakan Dugaan Penampung Hasil PETI di Melawi Gagal, Warga Menolak Prosedur yang Dianggap Tidak Sesuai

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Tim Liputan
    • 0Komentar

    JurnalKhatulistiwa.com Upaya penindakan terhadap seorang diduga penampung hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, dilaporkan gagal pada Jumat, 24 April 2026, setelah mendapat penolakan keras dari warga setempat. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan luas usai beredarnya video amatir yang memperlihatkan suasana tegang di lokasi. Dalam rekaman, terdengar sejumlah warga melontarkan […]

  • Sinergi Kuat Dua Asosiasi Logistik: Langkah Strategis Gerakkan Perekonomian Kalimantan Barat

    Sinergi Kuat Dua Asosiasi Logistik: Langkah Strategis Gerakkan Perekonomian Kalimantan Barat

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Jurnal Khatulistiwa
    • 0Komentar

    Jurnalkhatulistiwa.com_PONTIANAK, Senin,22 Juni 2026 – Terlaksana pertemuan penting antara Ketua DPD APTRINDO ( Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia)Kalimantan Barat, Bapak Al Amin, bersama Ketua DPW ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia / Indonesian Logistics and Forwarders Association), Bapak Darmayadi, SH di Kantor Sekertariat DPW ALFI/ILFA Kalimatan Barat. Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya kolaborasi erat yang […]

  • Satpol PP Tata Waterfront Pontianak: Lapak PKL dan Jemuran Liar Ditertibkan

    Satpol PP Tata Waterfront Pontianak: Lapak PKL dan Jemuran Liar Ditertibkan

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Tim Liputan
    • 0Komentar

    JurnalKhatulistiwa.com – Satpol PP Kota Pontianak bersama aparatur Kecamatan Pontianak Selatan melakukan aksi penyisiran di kawasan waterfront pada Jumat (3/4/2026). Langkah ini diambil untuk menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dinilai mengganggu fungsi ruang publik. Selain lapak dagangan, petugas juga menertibkan pakaian-pakaian milik warga sekitar yang dijemur di sepanjang pagar waterfront. Penataan ini melibatkan […]

  • Dukung Kelancaran Logistik Kalbar, Ketua APTRINDO Al Amin Ikut Pantau Penyaluran BBM Bersama BPH Migas dan Patra Niaga di Pontianak

    Dukung Kelancaran Logistik Kalbar, Ketua APTRINDO Al Amin Ikut Pantau Penyaluran BBM Bersama BPH Migas dan Patra Niaga di Pontianak

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Jurnal Khatulistiwa
    • 0Komentar

    Jurnalkatulistiwa _Pontianak, 07 Juli 2026, Upaya menjamin ketersediaan dan kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Barat terus dilakukan. Pada Senin, 8 Juli 2026, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) wilayah Kalimantan Barat, Al Amin, turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemantauan yang dilaksanakan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • APMS 67.787.01 Diduga Kangkangi Aturan Migas, LIBAS Desak Pertamina Tindak Tegas

    APMS 67.787.01 Diduga Kangkangi Aturan Migas, LIBAS Desak Pertamina Tindak Tegas

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Jurnal Khatulistiwa
    • 0Komentar

    Jurnalkhatulistiwa.com-Kapuas Hulu, Kalbar Aktivitas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Nanga Semangut, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, tengah menjadi sorotan tajam. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) dengan nomor registrasi 67.787.01 yang berlokasi di jalur Tekalong–Putussibau diduga kuat tidak melayani masyarakat secara transparan. Temuan di Lapangan: Pelayanan […]

expand_less